Selasa, 05 Juli 2011

MENGEMBANGKAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN DENGAN MEMBENTUK BUDAYA PERUSAHAAN YANG BAIK

Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini?  Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi  serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.

Ngomong-ngomong masalah budaya perusahaan, apakah budaya perusahaan dan bagaimana perkembangannya di Indonesia? Budaya kerja perusahaan adalah keseluruhan kepercayaan dan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu perusahaan, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan perusahaan, dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Berbeda dengan masyarakat di negara-negara Barat, masyarakat Indonesia hingga saat ini masih belum berbudaya perusahaan. Indonesia masih terperangkap oleh tradisi, sehingga tidak mudah untuk melakukan perubahan. Padahal budaya perusahaan akan mempengaruhi cara kerja. Corporatism di Barat sudah berjalan, dan menganggap sebuah institusi berbadan hukum sendiri. Tidak demikian masyarakat kita. Banyak perusahaan di Indonesia yang sebenarnya bukan perusahaan, melainkan warung. Untung ruginya saja tidak jelas.

Suatu organisasi bisa bertahan panjang bukan dibentuk oleh manajemen yang hebat, tidak juga oleh orang-orang yang hebat, ataupun sistem, melainkan dibangun oleh kekuatan nilai-nilai (values). Corporate culture selalu menekankan untuk menggali segala sesuatu mulai dari bawah, bukan dari atas ke bawah. Corporate culture yang tampak hanyalah yang di atas berupa simbol-simbol seperti logo, cara berpakaian. Padahal yang harus dibangun adalah yang di bawah, yang tidak kelihatan, yaitu nilai-nilai baru. Manusia itu berkomunikasi secara simbolik, dan simbol itu sebagai identitas.

Dari beberapa ulasan di atas terlihat betapa budaya kerja memegang peranan penting dalam ketahanan suatu organisasi. Keluarga adalah perusahaan yang terkecil, disitu ada ayah, ibu dan anak-anak. Cara penyelenggaraan rumah tangga yang satu dan yang lain akan berbeda, karena sifat-sifat penghuninya yang berbeda. Tetapi ada beberapa hal yang sama antara keluarga satu dan lainnya, karena ibaratnya hidup dalam satu lingkungan, maka untuk membuat lingkungan aman dan nyaman, ada peraturan-peraturan yang harus dipahami dan dipatuhi oleh anggota lingkungan tersebut. Peraturan ini dibuat oleh orang-orang atau keluarga dilingkungan tersebut, sehingga peraturan tersebut akan ditaati tanpa beban, bahkan anggota lingkungan merasa nyaman karena ada peraturan tersebut, sehingga masing-masing tahu ”apa yang boleh dan yang tidak boleh untuk dilakukan”.

Sekarang bagaimana membentuk budaya kerja perusahaan? Di dalam budaya perusahaan, peran pemimpin sangat penting. Antara lain, sebagai:
  1. First Adapter, penerima dan pelaksana pertama dari budaya kerja.
  2. Motivator, untuk mendorong insan perusahaan melaksanakan budaya kerja secara konsisten dan konsekuen.
  3. Role Model, teladan bagi insan perusahaan terhadap pelaksanaan Budaya Kerja.
  4. Pencetus dan pengelola strategi, dan program budaya kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Dari ulasan di atas, terlihat bahwa pembentukan budaya perusahaan yang baik, yang paling menentukan adalah orang-orangnya. Sebaik apapun aturan atau sistem di buat, tanpa ada keinginan dari manusia untuk berubah ke arah yang lebih baik, semuanya menjadi tak berarti.

Jadi Apakah untuk masa depan etika perusahaan ini masih diperlukan ? “Young leaders place great value on ethics. Ethical behavior was identified as a key characteristic of the leader of the future and was thought to be sorely lacking in current leaders”.(Bennis, Spreitzer dan Cummings)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar