Senin, 02 April 2012

My First Time Role-Playing Game



Lama gag update blog, gara-gara super sibuk. Sibuk bantu ortu, sibuk kuliah, sibuk skripsi and sibuk-sibuk yang lainnya. Gag seperti waktu menulis blog-blogku sebelumnya yang aku tulis dengan penuh semangat 45. Aku menulis blog kali ini dengan apa adanya bukan ada apanya dan semoga blog ini tetap bermanfaat bagi kita semua. Amin . . .

Di kelas Training and Development minggu kemarin diadakan presentasi kelompok 2 dan kelompok 3. Berbeda dengan presentasi kelompok sebelumnya yang lebih mengarah ke diskusi, presentasi kelompok minggu kemarin lebih mengarah ke permainan yaitu Role Playing. Apa itu Role Playing, bagaimana cara memainkan role playing dan bagaimana suasana role-playing di kelas minggu kemarin? Berikut ceritanya, check it out

Menurut Wikipedia role-playing game disingkat RPG atau Permainan peran adalah sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Para pemain memilih aksi tokoh-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan. Asal tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan, para pemain bisa berimprovisasi membentuk arah dan hasil akhir permainan ini.

Nah, sudah tahukan definisi dari Role-Playing. Minggu kemarin dosen Training and Development kami Ibu Rina meminta kelompok 2 dan kelompok 3 mengadakan Role-Playing yang peraturannya sebagai berikut :

Asumsikan anda adalah pihak manajemen perusahaan yang akan menjadi pelatih dalam pelatihan orientasi pegawai baru. Perusahaan anda adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi snack/makanan ringan yang sudah lama berdiri sejak 1997 (15 tahun).
Kelompok 2 : sebagai pelatih/trainer dari divisi produksi
Kelompok 3 : sebagai pelatih dari divisi pemasaran.
Kelompok 1, 4, 5, 6 menjadi peserta trainer

Role-Playing pertama dilakukan oleh kelompok 2 dimana kelompok 2 yang terdiri dari 6 orang bertindak sebagai trainer dari divisi produksi perusahaan wafer tango, sedangkan kelompok lain sebagai peserta trainer dan saya adalah salah satu dari peserta triner tersebut. Peran yang dimainkan antara lain, Neva sebagai Moderator dan MC, Ahmad Sony sebagai direktur perusahaan, Evin sebagai kepala divisi produksi, Didik serta Sofi sebagai supervisor dan Wawan sebaga Kepala divisi HRD.

Pada bagian pertama direktur perusahaan yaitu bapak Ahmad Sony menjelaskan tentang sejarah perusahaan serta visi dan misi perusahaan, dilanjutkan oleh divisi HRD yang menjelaskan tentang kepegawaian seperti gaji, jam kerja, keselamatan kerja dll. Setelah itu istirahat, waktu istirahat kita sebagai peserta trainer dibagikan produk perusahaan yaitu 1 wafer tango hmm yummy. Pada bagian ke dua yaitu setelah jam istirahat selesai dilanjutkan oleh staff bidang produksi yang menjelaskan cara dan prosedur pembuatan wafer tango. Dan pada bagian terakhir kita sebagai peserta trainer diberikan waktu untuk bertanya.

Sama seperti kelompok 2, kelompok 3 juga bermain role playing dengan produk tori-tori chesee cracker, di sini kelompok 3 bertindak sebagai trainer dari divisi pemasaran. Yang bertindak sebagai direktur perusahaan adalah Mesa, kepala divisi marketing Doni Eka, kepala divisi HRD Rizky Arif dan staff perusahaan Erlene. Dalam role-play ini diceritakan bahwa perusahaan tori-tori sedang mentraining karyawan barunya di divisi pemasaran. Para karyawan baru ini dilatih untuk menjadi marketing yang handal dalam memasarkan produk tori-tori yang tugasnya antara lain membuat iklan, memasarkan produk tori-tori ke toko-toko dll. Syang pada role-play kedua ini tidak semenarik role-play yang pertama. Kelompok 3 tidak menyiapkan dengan baik, sehingga kami sebagai peserta menjadi boring. But, it's okey karena kita masih belajar jadi kesalahan akan selalu ada sebagai proses pembelajaran.

Itulah secuil kisah tentang pengalamanku ketika diadakan role-play dikelas. Dan ini adalah pengalaman pertamaku bermain role-playing. Banyak manfaat yang aku dapat dari kegiatan permainan ini. Antara lain adalah Pertama, Role Play dapat memberikan semacam hhdden practise, dimana pemain tanpa sadar menggunakan ungkapan-ungkapan terhadap materi yang telah dan sedang mereka pelajari. Kedua, Role play melibatkan jumlah pemain yang cukup banyak, cocok untuk kelas besar. Ketiga, Role Play dapat memberikan kesenangan karena Role Play pada dasarnya adalah permainan.

Demikian blog kali ini saya tulis. Bila ada saran, kritik dan pesan silahkan disampaikan saja, moggo....

sumber : wikipedia.com, edmodo.com, pakguruonline.pendidikan.net, ctcroleplay.co.uk, agsalesworks.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar