Tampilkan postingan dengan label Attitude. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Attitude. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

PENDIDIKAN, DASAR DARI SEGALA DASAR

Wah blogku telat terbit minggu lalu gara-gara mikir skripsi, ujian dan liburan dirumah, huft. Ini menjadi contoh time management yang tidak baik, hehe. Sebagai konsekuensinya minggu ini akan aku terbitkan 2 blog ya tentu saja tentang ATTITUDE. Sebagai janjiq 2 minggu yang lalu di edisi kali ini aku akan memuat kisah tentang ATTITUDE dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kali ini yang akan ditonjolkan adalah masalah kejujuran yang dalam nilai-nilai ATTITUDE termasuk dalam Integrity. Berikut ini kisahNya. Check it out bro . . .

Di jaman yang serba canggih, cepat dan mudah seperti sekarang ini masih banyak orang yang tidak jujur. Padahal ketidakjujuran adalah dasar dari segala dasar tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, korupsi dll. Kejujuran saat ini adalah barang yang mahal, bahkan lebih mahal dari mobil-mobil mewah. Bandingkan mobil-mobil mewah yang tiap orang kaya memilikinya, tapi kejujuran tidak banyak yang memilikinya. Boleh dikatakan mobil mewah lebih banyak dimiliki oleh manusia dibandingkan dengan kejujuran yang hanya segelintir orang yang memilikinya. Yup, kejujuran sangat mahal harganya dan tidak diperjual belikan di pasar manapun. Hanya orang-orang yang bermental dan berjiwa kuat yang memilikinya. Bagaimana bisa dikatakan demikian? Karena orang-orang yang berkata dan bertindak jujur selalu dicemooh dan dihina oleh masyarakat sekitarnya dan tentunya mereka harus memiliki mental dan jiwa yang kuat untuk menghadapinya. Banyak contoh kasus orang yang jujur tapi malah dihina oleh masyarakat disekitarnya Astaghfirullah.

Bagaimana cara kita untuk mengatasi ini? Bagaimana cara kita untuk membasmi kedzoliman ini?

gambar dari http://merajutkeinsyafan.multiply.com
Semua ini harus dimulai dari tempat kita menuntut ilmu yaitu pendidikan atau boleh dikatakan ditingkat Sekolah. Dari sanalah kita memulai untuk membasmi ini. Kenapa harus dari bangsku sekolah? Karena dari sekolahlah kita banyak menerima ilmu dan dari sekolahlah wawasan kita mulai terbuka. Walaupun sekarang kita sudah tidak sekolah kita harus mengajarkan kepada anak-anak dibangku sekolah untuk bersikap jujur. Seperti contoh kasus Ujian Nasional di SDN Gadel 2 Tandes Surabaya beberapa waktu lalu. Dimana salah seorang wali murid yang bernama Siami mengungkapkan kecurangan dalam Ujian Nasional yang dilakukan oleh guru dan murid di sekolah tersebut. Setelah Ny. Siami mengungkapkan kasus ini, Ny. Siami malah mendapat cemooh, makian dan dikucilkan masyarakat. Hal ini menunjukkan moral masyarakat yang mencemooh Ny. Siami sudah rusak sedimikian parahnya. (sumber : detik.com)

Bagaimana negara ini tidak akan hancur sedikit demi sedikit jika dasar dari segala dasar kejahatan mulai ditanamkan pada anak-anak sejak dibangku sekolah. Dan dari contoh kasus di atas juga menunjukkan bahwa masyarakat sekarang ini sudah menjadikan ketidakjujuran sebagai sebuah budaya, masyarakat sudah terbiasa dengan ketidakjujuran. Yah memang kejujuran sekarang adalah barang yang sangat mahal dan susah dicari, ketika ada orang yang jujur malah dimusuhi. Wes wes wonk saiki wes podo lusak . . .

Banyak contoh lain tentang ketidakjujuran dalam dunia pendidikan kita, seperti pengkatrolan nilai. Banyak guru di banyak sekolah yang menaikkan nilai muridnya hanya untuk menyetarakan dengan standar sekolah. Biasanya guru-guru ini tidak ingin dinilai gagal dalam mengajar dan dipandang rendah oleh kepala sekolah dan rekan-rekannya sesama guru. Sebagai seorang murid tentu tidak tahu, saat menerima rapot tau-tau sudah dapat 8, 9, bahkan 10. Darimana nilai itu berasal padahal setiap ujian hanya mendapat nilai 6, 5, bahkan 4. Sebagai seorang guru harusnya independen dalam memberikan nilai  tanpa menambah atau mengurangi nilai yang sebenarnya. Kalau toh nilai seorang murid itu 5 misalkan secara tidak langsung mereka akan sadar lalu mereka mencoba memperbaiki nilainya dan mencari letak kesalahannya, itu lebih baik daripada nilai 10 dari hasil yang tidak murni atau dikatrol yang membuat murid itu puas dan bangga, padahal dia tidak tahu nilai yang sebenarnya dan tentu saja kesalahan-kesalahannya selama menuntut ilmu.

Contoh lain yang ruang lingkupnya lebih luas dan secara kasat mata tidak terlihat dan tersusun rapi adalah pencitraan daerah dan kepala daerahnya. Dimana kepala daerah memerintahkan kepala dinas pendidikan untuk menyusun skenario nilai ujian nasional yang baik agar daerahnya dinilai baik dan tentu saja kepala daerahnya “ketularan” baik. Kepala dinas yang takut dengan perintah atasannya meneruskan kepada setiap kepala sekolah dengan iming-iming jika nilai baik akan mendapat banyak bantuan dan tentu saja kepala sekolah ingin agar sekolahnya dipandang sebagai sekolah favorit dan bagus di mata masyarakat (dimasyarakat sudah berkembang citra sekolah yang baik adalah sekolah yang muridnya 100% lulus dalam ujian nasional). Dari kepala sekolah turun lagi kepada para wali kelas untuk menyusun skenario memberikan bocoran jawaban dengan sms atau mencontek masal dan tentu saja wali kelas ini mendapat iming-iming naik jabatan dan kenaikan gaji. (info ini saya peroleh dari kepala sekolah) Huft sebegitu parahnya ya ternyata ketidakjujuran di negara ini.

Dan memang orang-orang yang jujur harus memiliki mental dan jiwa yang kuat untuk menghadapi cemoohan, makian, hinaan, pengucilan, bahkan pengusiran. Seperti Ny. Siami yang dikucilkan masyarakat karena berkata jujur, lalu seorang guru harus siap menghadapi hinaan dari rekannya ketika tidak mengatrol nilai muridnya dan kepala daerah harus siap mental atau boleh dikatakan “rai gedek” dan dicap gagal di kalangan pemerintah pusat dan daerah-daerah lainnya karena kejujuran yang diterapkan di daerahnya membuat banyak siswa tidak lulus, lalu kepala sekolah harus siap seandainya disekolahnya prosentase ketidaklulusan 100% dan sekolahnya dicap sebagai sekolah jelek karena penerapan kejujuran.

Lebih baik gagal tapi jujur lalu memperbaiki semua kesalahan yang ada daripada berhasil tapi tidak jujur dengan perasaan bangga. Karena dengan kejujuran dan kegagalan akan membentuk mental dan jiwa yang besar. Jika kejujuran di tingkat pendidikan dimulai dari sekarang insya Allah Indonesia akan lebih baik lagi dan bebas korupsi di masa mendatang dan semoga tidak akan lahir gayus-gayus lainnya.

Minggu, 30 Oktober 2011

SECUIL KISAH RESHUFFLE KABINET INDONESIA BERSATU II, ANAK DESA ITU KINI MENJADI MENTERI

Pada minggu ini sebenarnya saya ingin mengangkat kisah tentang ATTITUDE dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tapi berhubung pada minggu-minggu ini sedang hot-hotnya berita reshuffle kabinet di seluruh media di Indonesia akhirnya saya juga terkena dampaknya. Minggu ini saya akan menulis tentang seorang yang saya kagumi dan saya jadikan panutan yaitu Bapak Dahlan Iskan yang telah diangkat oleh Presiden SBY sebagai Menteri BUMN yang baru menggantikan Mustafa Abu Bakar. Banyak sekali nilai-nilai ATTITUDE dalam diri Pak Dis (begitu beliau biasa disapa) yang bisa kita jadikan contoh.

Sedikit biografi dan perjalanan karir Pak Dahlan Iskan. Pak Dis dilahirkan dilingkungan pedesaan di wilayah Magetan Jawa Timur. Orang tuanya lupa pada tanggal lahirnya yang akhirnya membuat Pak Dis memilih tanggal 17 Agustus 1951 sebagai tanggal lahirnya dikarenakan agar lebih mudah diingat karena sama dengan tanggal kemerdekaan RI. Pak Dis mengawali karirnya sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda Kalimantan Timur (1975). Setelah itu Pak Dis menjadi wartawan di Majalah Tempo (1976) hingga akhirnya mengantarkan beliau sebagai pemimpin surat kabar Jawa Pos (1982).

Pak Dis mempunyai jasa yang sangat besar terhadap perkembangan Jawa Pos, dimana waktu pertama dia datang Jawa Pos adalah surat kabar yang hampir mati kemudian berkembang menjadi jaringan surat kabar serta televisi terbesar di Indonesia atau biasa disebut Jawa Pos News Network (JPNN). Hingga sekarang Pak Dis masih mengayomi Jawa Pos yaitu sebagai CEO Jawa Pos dan JPNN. Dalam Perjalanan selanjutnya Pak Dis dipercaya untuk menjadi direktur utama PLN. Karena prestasinya memperbaiki citra PLN yang sebelumnya dicap negative oleh masyarakat akhirnya Pak Dis diangkat oleh Presiden SBY menjadi Menteri BUMN.

Sebenarnya kekagumanku terhadap Pak Dis berawal dari Jawa Pos. Aku adalah pembaca setia Jawa Pos dari kelas 2 SD sampai sekarang di bangku kuliah semester 7. Sudah 13 tahun Jawa Pos menemaniku tiap pagi. Banyak kisah menarik tentang aku dan Jawa Pos, salah satunya yaitu jadwal rutinku tiap pagi, dimana tiap pagi sebelum berangkat sekolah aku selalu menyempatkan diri untuk membaca koran ini, rubrik favoritku halaman utama dan sportivo (dulu olah raga), dan seringkali saking asyiknya membaca aku selalu lupa waktu hingga seringkali terlambat sekolah haha… ini contoh yang tidak baik dimana dalam nilai-nilai attitude ini termasuk kurangnya pengaturan waktu atau time management. Itulah sedikit cerita tentang saya dan jawa pos. berikutnya kembali kepada kekaguman saya kepada Pak Dis.

Yup kekaguman saya kepada Pak Dis Berawal dari Jawa Pos. Dari jawa poslah saya mulai mengenal dan mencari tahu sosok Pak Dis yang sebenarnya. Bagaimana perjuangan beliau membesarkan koran yang hampir punah dipinggiran Kota Surabaya yaitu Jawa Pos menjadi Koran dengan jaringan terbesar di Indonesia (JPNN) bahkan sekarang dibawah kepemimpinan putranya Azrul Ananda Jawa Pos telah menyabet gelar  Newspaper of the Year, the World Young Reader Newspaper of the Year. Yup Jawa Pos telah diakui sebagai Koran terbaik dunia. Semua hasil itu diperoleh tentu salah satunya berkat jasa Pak Dis yang telah membangun pondasi manajerial jawa pos yang kuat.

Begitulah sedikit biografi dari Pak Dis. Ngomong-ngomong tentang blog ini yang memiliki topik ATTITUDE, apa ya kira-kira penerapan ATTITUDE yang ada dalam diri Pak Dis, Berikut beberapa kisah tentang Pak Dis yang saya kutip dari beberapa sumber dengan disertai nilai-nilai ATTITUDE yang ada didalamnya.

Sewaktu memimpin PLN Pak Dis hidupnya begitu sederhana dari rumah pribadinya di satu apartemen di Jakarta berjalan kaki sering ditemani isterinya. Ia tak mengambil fasilitas rumah dinasnya sebagai direktur utama, kendaraan dinas mewah, dan bahkan tidak mengambil gajinya (sumber : padangekspres.co.id). Ini menunjukkan Pak Dis memiliki sikap
  • Apreciative : Pak Dis sangat rendah hati dengan tidak menggunakan fasilitas negara yang diberikan kepadanya.
  • Integrity : Pak Dis tidak mengambil gajinya sebagai haknya, walau begitu Pak Dis tetap menjalankan amanahnya sebagai pimpinan PLN
  • Usefullness : Tidak seperti pejabat-pejabat pemerintah lainnya yang hanya bisa memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk dirinya, Pak Dis malah lebih memilih menggunakan fasilitas pribadinya dan fasilitas Negara dia gunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat
  • Dedicative : Kesederhanaan Pak Dis menunjukkan dedikasi beliau terhadap pekerjaannya
Dalam blognya Pak Dis berkata “Suatu ketika, saya juga memutuskan untuk berhenti dari semua jabatan direktur utama di semua anak perusahaan Jawa Pos Group. Tujuan saya: biar yang muda-muda di berbagai daerah itu yang menjadi direktur utama di setiap perusahaan setempat. Saya melengserkan diri saya dari jabatan direktur utama untuk menjadi chairman saja di semua anak perusahaan tersebut” (sumber : dahlaniskan.wordpress.com). Ini menunjukkan Pak Dis mempunyai dua sikap yaitu Appreciative dan Teamwork.
  • Appreciative : Pak Dis memberikan kesempatan kepada yang muda untuk  memimpin di anak perusahaan Jawa Pos Group.
  • Teamwork  : Pak Dis berhenti sebagai pimpinan di anak perusahaan jawa pos group untuk kepentingan tim/kelompok yang ada dalam Jawa Pos Group
Demikian kisah keteladanan seorang anak desa yang kini menjadi menteri BUMN, sebenarnya banyak kisah keteladanan dan nilai-nilai ATTITUDE yang bisa kita ambil/peroleh dari beliau. Namun karena keterbatasan dari blog ini yang membuat kisah-kisah itu hanya sampai di sini. Semoga setelah membaca blog ini kita bisa menerapkan kesederhanaan dan kerendahan hati beliau agar nantinya kita sebagai warga Negara Indonesia bisa bermanfaat bagi bangsa dan Negara ini, dan juga terlahir Pak Dis Pak Dis yang lainnya. Amien . . .

Sumber-sumber : dahlaniskan.wordpress.com, padangekspres.co.id, id.wikipedia.org.

Jumat, 21 Oktober 2011

SEMANGAT ITU TUMBUH LAGI

Ngeblog bukan hal yang asing bagiq, q sudah mulai mengenal blog dan mulai ngeblog sejak SMA. Waktu itu blogq berisi tentang puisi2 karyaq sendiri dan juga kegiatan2q bersama sahabat2 terbaikq di SMA. Bahkan waktu itu q pernah diminta tolong oleh guru pelajaran TIK untuk membantu memperkenalkan blog kepada adik2 kelasq istilah kerennya jadi asisten guru lah haha . . .

Tapi waktu kelas XII SMA q sudah mulai sedikit meninggalkan blog. Ya tau sendirilah kelas XII harus mulai fokus dengan yang namanya UAN, SNMPTN dll. Bahkan gag Cuma ngeblog yang q tinggalin tapi juga kegiatan ekskulQ yaitu teater. Karena keputusanq ini q sampai merasa bersalah dengan pembina teaterq. Bagaimana tidak waktu itu ada perlombaan teater SMA se-jatim dan dia memberiq peran khusus n special. Bagaimana tidak dikatakan special karena peran itu khusus buatq n jika q gag mau otomatis peran itu ditiadakan dengan kata lain tidak ada yang boleh memerankan peran itu selain q. tapi ya karena q lebih ingin focus ke UAN q tolak peran itu walau ada rasa eman atau sayang dalam hati ini tapi y gpplah.
 
Kembali ke blog. Yah selain karena q ingin focus kuliah, q meninggalkan blog karena mulai dilanda kebosanan karena tidak ada yang membaca/membuka blogq, mulai populernya jejaring social waktu itu friendster terus dilanjutin facebook. Karena itulah waktuq untuk ngeblog teralihkan. Bahkan waktu awal2 kuliah q sudah tidak pernah bertemu dengan blog, sekedar sign in terus membuka dashboard, membuat entri baru juga tidak pernah. Boleh dikatakan waktu itu q sudah lost contact dengan blog.

Sampai akhirnya kuliahq sudah sampai di semester 5 dan bertemu dengan matkul IT for business dengan dosennya Mr. Eddy. Melalui perantara Mr. Eddy inilah q berkenalan lagi dengan blog. Melalui tugas2 yang diberikan yaitu menulis artikel diblog akhirnya q mulai membuat blog lagi dari awal. Berawal dari sinilah q mulai ada niatan lagi untuk ngeblog. Dengan saran2 dan ilmu2 baru yang q peroleh dari Mr. eddy niatan itu muncul, yup hanya muncul tanpa tindak lanjut. Berawal dari Mr. Eddy inilah q mulai menulis blog lagi tapi hanya sebatas untuk tugas kuliah. Dan berawal dari Mr. Eddy juga, dosen2 yang lainnya mulai memberikan tugas menulis blog dan tiap dapet tugas nulis blog q slalu smangat haha I like it . . .

Dan sekarang di semester 7 q dapet matkul financial planning. Matkul ini terasa sangat special buatq, knapa? Karena tak lain tak bukan matkul ini langsung diajar langsung oleh rektor kampusku. Hmm sangat special bukan. Dari SD sampek SMA q gag pernah dapet pengalaman diajar langsung oleh orang yang paling berkuasa di sekolah yaitu Kepsek, sekrang q kuliah q dapet kesempatan menerima ilmu langsung dari oaring yang paling berkuasa di kampus, bener special. Yup dosenq financial planning adalah Mrs. Nevi yang tak lain rector kampusku n istri dari Mr. Eddy.

Hari pertama kul financial planning Mrs. Nevi menyampaikan banyak hal salah satunya tentang kontrak kuliah, kontrak kuliahnya hampir sama seperti dosen lain tapi yang membuat beda yaitu kalau telat ada konsekuensinya ngumpulin blog tentang ATTITUDE. Wow, dalam hati q girang banget its showtime bro. pengennya sih tiap hari telat biar tiap hari bisa nulis blog haha, But its bad attitude. So I can’t do it. But I have good idea. What idea? This idea. Tiap seminggu sekali mulai minggu depan q bakal nulis artikel tiap minggu tentang attitude biar klo seandainya telat gag bakal bingung nulis2 lagi hehe n sbagai tindak lanjut dari ilmu yang saya dapet dari Mr. Eddy yang waktu itu bilang “klo nulis blog harus update secara kontinu atau rutin, klo sehari sekali y sehari sekali, klo seminggu sekali y seminggu sekali”. Memang sih slama ini q nulis blog hanya klo dapet tugas jadi gag bisa menindak lanjuti saran dari Mr. Eddy, hingga akhirnya muncul ide ini.

Tapi apa sih ATTITUDE itu? ATTITUDE adalah sebuah value yang ada di kampusq STIE Malangkucecwara yang isinya Apreciative, Thought, Teamwork, Integrity, Time management, Usefulness, Dedicative n Endless learning. So tiap minggu q akan menulis artikel tentang ATTITUDE.

Akhirnya q ingin ngucapin banyak2 trima kasih yang sebesar2nya kepada Mr. Eddy yang telah membagikan ilmuny tentang blog n Mrs. Nevi yang secara tidak langsung telah menumbuhkan ide tentang blog saya ini karena anda berdua semangat saya untuk ngeblog telah tumbuh lagi. Mulai minggu depan q akan nulis dib log ini tentang ATTITUDE n tentu saja selain tugas kuliah saya. Enjoy your life by blogging SEMANGAT!!!!!!

picture from http://christopher-gabriel.blogspot.com/